Tuesday, July 17, 2012

Single Shaft Primary Balancer pada Axelo menjadikan Mesin sangat minim getaran

Single Shaft Primary Balancer pada Axelo menjadikan Mesin sangat minim getaran
Dengan kapasitas/cc yang sama Crank-Shaft yang ditambahi balancer, Torque-nya lebih besar dari pada Crank-Shaft konfensional..
Karena torque lah yang menghantar Crank-Shaft (tenaga) ke putaran yang lebih tinggi.. Alias Torque lah yang memancing Horse Power.. Torque kecil, jangan harap mendapatkan Horse Power besar..
Crank-Shaft + balancer juga lebih bagus dalam pencapaian peak power.. Dgn langkah & diameter yg sama, crank-shaft + balancer pun lebih tinggi dalam pencapaian RPM.. Itulah sebabnya jika mencopot balancer, justru RPM drop..

Masalah berat, kita harus bisa pilah-pilah.. Mana yang "berat" sebagai penghasil putaran, mana yang "berat" membebani.. kalau penghasil putaran (Crank-Shaft) makin berat, ya tenaga makin baik.. (Buktinya sekarang ini mekanik Drag-Race banyak yang menambahi daging di Crank-Shaftnya.. Tujuannya memperhalus getaran di putaran bawah & mempertinggi pencapaian peak power atau nafas mesin) kecuali "berat" yang membebani, seperti sasis yang berat, bobot pengendara yang berat, atau boncenger.. ini adalah bobot yang merugikan..

Kalo bisa setingnya mesin + balancer bisa sangat galak.. Cocok juga kok untuk off road..
Dan kalo bisa bawanya (rolling speed).. Mesin + balancer lebih smooth masuk keluar tikungan.. Alias lebih mudah dikendalikan ketimbang mesin konfensional yang minus balancer (meledak2 d RPM tertentu)..
Sentuhan akhir, maen close ratio.. Mantap dah..Repost dari Techno Racing Manufacture
Single Shaft Primary Balancer pada Axelo menjadikan Mesin sangat minim getaran
Dengan kapasitas/cc yang sama Crank-Shaft yang ditambahi balancer, Torque-nya lebih besar dari pada Crank-Shaft konfensional..
Karena torque lah yang menghantar Crank-Shaft (tenaga) ke putaran yang lebih tinggi.. Alias Torque lah yang memancing Horse Power.. Torque kecil, jangan harap mendapatkan Horse Power besar..
Crank-Shaft + balancer juga lebih bagus dalam pencapaian peak power.. Dgn langkah & diameter yg sama, crank-shaft + balancer pun lebih tinggi dalam pencapaian RPM.. Itulah sebabnya jika mencopot balancer, justru RPM drop..

Masalah berat, kita harus bisa pilah-pilah.. Mana yang "berat" sebagai penghasil putaran, mana yang "berat" membebani.. kalau penghasil putaran (Crank-Shaft) makin berat, ya tenaga makin baik.. (Buktinya sekarang ini mekanik Drag-Race banyak yang menambahi daging di Crank-Shaftnya.. Tujuannya memperhalus getaran di putaran bawah & mempertinggi pencapaian peak power atau nafas mesin) kecuali "berat" yang membebani, seperti sasis yang berat, bobot pengendara yang berat, atau boncenger.. ini adalah bobot yang merugikan..

Kalo bisa setingnya mesin + balancer bisa sangat galak.. Cocok juga kok untuk off road..
Dan kalo bisa bawanya (rolling speed).. Mesin + balancer lebih smooth masuk keluar tikungan.. Alias lebih mudah dikendalikan ketimbang mesin konfensional yang minus balancer (meledak2 d RPM tertentu)..
Sentuhan akhir, maen close ratio.. Mantap dah..

0 komentar:

Post a Comment